- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci
Kancing cheongsam bukan sekadar penutup baju. Dalam desain cheongsam, kancing justru jadi bagian penting dari estetika dan identitas pakaian. Bentuknya yang khas dan posisinya yang menonjol membuat kancing cheongsam harus dipilih dengan tepat, bukan cuma cantik tapi juga awet.
Sayangnya, banyak cheongsam yang terlihat cepat rusak bukan karena kainnya, tapi karena kancingnya mudah lepas, patah, atau berubah warna. Supaya hal ini tidak terjadi, berikut tips memilih kancing cheongsam agar awet dan bisa dipakai dalam jangka panjang.
Langkah pertama adalah memperhatikan bahan kancing cheongsam. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain kain, benang lilit, resin, plastik, dan logam.
Untuk keawetan, kancing dengan inti yang padat dan lilitan benang yang rapat biasanya lebih tahan lama. Hindari kancing yang terasa terlalu ringan atau mudah penyok saat ditekan karena biasanya lebih cepat rusak.
Kancing cheongsam yang bagus bisa dilihat dari detailnya. Lilitan benang harus rapi, padat, dan tidak ada benang yang mudah terurai. Finishing yang halus juga penting agar kancing tidak mudah tersangkut atau berbulu saat dipakai.
Semakin rapi finishing kancing, semakin kecil risiko kancing cepat rusak meskipun sering dipakai.
Ukuran kancing cheongsam sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan ketebalan kain. Untuk kain tipis seperti satin atau silk, pilih kancing yang ringan agar tidak menarik kain. Untuk kain yang lebih tebal atau kaku, kancing dengan ukuran dan struktur lebih kokoh akan lebih aman.
Kancing yang terlalu berat pada kain tipis bisa membuat bagian depan cheongsam mudah melar atau robek.
Warna kancing juga berpengaruh pada keawetan tampilan cheongsam. Pilih kancing dengan warna yang stabil dan tidak mudah luntur, terutama jika cheongsam sering dicuci atau dipakai dalam waktu lama.
Warna netral atau warna yang senada dengan kain biasanya lebih aman dan tetap terlihat bagus meski sudah lama digunakan.
Cheongsam sering dibuka-tutup, jadi sistem kait dan lubang kancing harus presisi. Kancing yang terlalu longgar atau terlalu ketat akan cepat rusak karena tertarik berlebihan saat dipakai.
Coba pasangkan kancing sebelum dijahit permanen untuk memastikan bukaan terasa nyaman dan tidak memaksa.
Kancing cheongsam sebaiknya dijahit dengan benang yang kuat dan teknik jahitan yang rapi. Jahitan yang asal-asalan bisa membuat kancing cepat lepas meskipun kualitas kancingnya bagus.
Gunakan benang yang sesuai warna dan jahit dengan beberapa kali penguatan di bagian dalam agar kancing lebih tahan lama.
Jika cheongsam dibuat untuk acara khusus dan jarang dipakai, kamu bisa lebih fleksibel dalam memilih kancing dekoratif. Tapi untuk cheongsam yang sering dipakai, prioritaskan kancing yang kuat, nyaman, dan tidak mudah rusak.
Kancing yang awet akan menjaga tampilan cheongsam tetap rapi meski dipakai berulang kali.
Memilih kancing cheongsam yang awet bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal kenyamanan dan ketahanan pakaian. Dengan memperhatikan bahan, finishing, ukuran, warna, serta teknik jahitnya, cheongsam bisa terlihat indah dan tetap kuat dalam jangka panjang.
Buat penjahit dan brand owner, detail kecil seperti kancing justru bisa meningkatkan kualitas dan nilai sebuah cheongsam secara keseluruhan.