Kesalahan Umum Saat Menjahit dan Cara Menghindarinya

Artikel diterbitkan di: 27 Jan 2026 Penulis artikel: Audrey Wiryawan
Common Sewing Mistakes (And How to Fix Them)
Semua Blog Jumlah komentar artikel: 0

Kesalahan Umum Saat Menjahit dan Cara Menghindarinya

Menjahit terlihat sederhana, tapi dalam praktiknya sering muncul kesalahan kecil yang berdampak besar pada hasil akhir. Baik pemula maupun yang sudah terbiasa menjahit, tetap bisa terpeleset di tahap-tahap tertentu. Supaya hasil jahitan lebih rapi dan profesional, berikut beberapa kesalahan menjahit yang paling sering terjadi, beserta cara menghindarinya.

1. Tidak Mengecek Jenis Kain Sebelum Menjahit

Setiap kain punya karakter berbeda. Ada yang licin, tebal, elastis, atau mudah melar. Kesalahan umum adalah menggunakan teknik jahit yang sama untuk semua jenis kain.

Cara menghindari:
Kenali dulu jenis kain yang digunakan. Sesuaikan jarum, benang, dan setelan mesin jahit dengan karakter kain agar hasil jahitan tidak loncat atau berkerut.

2. Salah Memilih Jarum dan Benang

Jarum yang terlalu besar bisa merusak kain tipis, sedangkan jarum kecil untuk kain tebal bisa menyebabkan benang putus. Begitu juga dengan benang yang tidak sesuai kekuatan kain.

Cara menghindari:
Gunakan jarum dan benang yang sesuai dengan ketebalan kain. Kombinasi yang tepat akan membuat jahitan lebih kuat dan rapi.

3. Pola Tidak Dipasang dengan Presisi

Pola yang bergeser atau tidak sejajar serat kain bisa membuat hasil jahitan miring, tidak simetris, atau tidak nyaman dipakai.

Cara menghindari:
Pastikan pola dipasang sejajar dengan arah serat kain. Gunakan jarum pentul secukupnya dan periksa ulang sebelum memotong.

4. Terburu-buru Saat Menjahit

Menjahit terlalu cepat sering menyebabkan jahitan melenceng, loncat, atau tidak rata. Ini salah satu kesalahan paling sering, terutama saat mengejar waktu.

Cara menghindari:
Jahit dengan kecepatan stabil. Lebih baik pelan tapi rapi, daripada cepat tapi harus bongkar ulang.

5. Mengabaikan Finishing

Banyak yang fokus pada bentuk utama, tapi lupa bahwa finishing menentukan kesan akhir pakaian. Benang sisa, obras yang kurang rapi, atau kancing yang kurang kuat bisa menurunkan kualitas hasil jahitan.

Cara menghindari:
Luangkan waktu khusus untuk finishing. Rapikan benang, cek kekuatan jahitan, dan pastikan detail kecil seperti kancing atau hook terpasang dengan baik.

6. Tidak Melakukan Uji Jahit

Langsung menjahit di kain utama tanpa uji coba bisa berisiko, apalagi saat menggunakan kain mahal atau mesin yang baru disetel.

Cara menghindari:
Lakukan test jahitan di sisa kain. Dari sini, kamu bisa menyesuaikan tension benang dan panjang jahitan sebelum masuk ke bagian utama.

Penutup

Kesalahan menjahit adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting bukan menghindari kesalahan sepenuhnya, tapi memahami penyebabnya dan tahu cara memperbaikinya. Dengan memperhatikan detail kecil dan tidak terburu-buru, hasil jahitan bisa terlihat jauh lebih rapi dan profesional.

Kalau kamu ingin kualitas jahitan yang lebih maksimal, pastikan juga menggunakan bahan pendukung seperti kancing, benang, dan aksesori jahit yang tepat sesuai kebutuhan.

Membagikan:

Tinggalkan komentar

Harap dicatat, komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan