Cara Memilih Benang Jahit untuk Kain Tipis, Tebal, dan Elastis

Artikel diterbitkan di: 8 Sep 2026 Penulis artikel: Audrey Wiryawan
How to Choose Sewing Thread for Lightweight, Heavy, and Stretch Fabrics
Semua Blog Jumlah komentar artikel: 0

Cara Memilih Benang Jahit untuk Kain Ringan, Tebal, dan Melar

Benang jahit mungkin terlihat seperti detail kecil, tetapi memengaruhi kekuatan jahitan, tampilan jahitan, dan kenyamanan pakaian.

Benang yang terlalu tebal dapat membuat kain ringan mengerut. Benang yang terlalu halus mungkin tidak cukup kuat untuk kain tebal. Untuk bahan melar, jahitan juga harus bergerak bersama kain agar tidak putus saat dipakai.

Oleh karena itu, benang harus dipilih berdasarkan jenis kain, fungsi jahitan, dan kompatibilitas jarum—bukan hanya warna.

Benang untuk Kain Ringan

Kain ringan seperti sifon, organza, voile, satin tipis, tule, dan beberapa bahan rayon membutuhkan benang yang tidak terlalu tebal untuk kain tersebut.

Benang yang tebal dapat membuat jahitan terlihat kasar, menarik kain, atau meninggalkan bekas jahitan yang terlihat. Gunakan benang yang lebih halus dengan jarum kecil yang sesuai.

Karena kain tipis mudah bergeser, tegangan benang juga penting. Jika tegangan terlalu kencang, kain dapat mengerut di sepanjang jahitan.

Selalu uji pada potongan kain sebelum menjahit pakaian utama.

Benang untuk Kain Tebal

Kain tebal seperti denim, kanvas, drill, twill, jaket, dan bahan terstruktur membutuhkan benang yang lebih kuat.

Area yang sering mengalami tekanan tinggi seperti saku, ban pinggang, jahitan samping, dan ujung ritsleting membutuhkan jahitan yang dapat menahan tarikan dan gerakan.

Benang yang lebih kuat harus dipasangkan dengan jarum yang tepat. Jika jarum terlalu kecil, benang mungkin putus, tersangkut, atau menghasilkan jahitan yang tidak stabil.

Untuk denim dan pakaian kerja, benang yang lebih tebal sering digunakan untuk jahitan atas yang terlihat. Untuk jahitan internal, pilih benang yang kuat tanpa membuat jahitan terlalu kaku.

Benang untuk Kain Melar

Kain melar seperti jersey, spandeks, rib, scuba, dan bahan rajutan membutuhkan jahitan yang fleksibel.

Jahitan lurus dapat putus saat kain diregangkan. Gunakan jahitan yang memungkinkan gerakan, seperti zigzag sempit, jahitan melar, obersai, atau coverstitch.

Benang poliester umumnya digunakan karena kuat dan menangani gerakan lebih baik daripada benang katun biasa. Untuk kebutuhan khusus, benang jahit melar juga tersedia.

Gunakan jarum melar atau jarum bola (ballpoint) untuk mengurangi jahitan lompat dan menghindari kerusakan serat kain.

Uji sebelum Menjahit

Sebelum menjahit pakaian, uji kain asli, benang, jarum, dan pengaturan mesin.

Periksa apakah jahitan halus, seimbang, dan cukup kuat. Untuk kain melar, tarik perlahan sampel untuk melihat apakah jahitan dapat mengikuti gerakan kain.

Untuk produksi garmen, catat jenis benang, warna, ukuran jarum, dan hasil yang disetujui agar standar yang sama dapat diulang.

Kesimpulan

Benang jahit yang tepat tergantung pada kain.

Kain ringan membutuhkan benang yang lebih halus. Kain tebal membutuhkan benang yang lebih kuat. Kain melar membutuhkan jenis benang dan jahitan yang dapat bergerak bersama bahan.

Memilih benang yang benar membantu pakaian terlihat lebih rapi, terasa lebih nyaman, dan tahan lebih lama.


Mencari benang jahit untuk berbagai jenis kain?

Istana Kancing menyediakan benang, jarum, sekoci, kancing, ritsleting, furing, kain keras, renda, pita, dan aksesori garmen untuk penjahit, merek fesyen, produsen garmen, dan pesanan grosir.

Membagikan:

Tinggalkan komentar

Harap dicatat, komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan