Apa Fungsi Kain Interlining atau Kain Keras di Konveksi?

Artikel diterbitkan di: 30 Des 2025 Penulis artikel: Audrey Wiryawan
What Is the Function of Interlining Fabric in Garment Production?
Semua Blog Jumlah komentar artikel: 0

Apa Fungsi Kain Interlining atau Kain Keras di Konveksi?

Dalam dunia konveksi dan produksi pakaian, kain interlining atau yang sering disebut kain keras punya peran penting, meskipun sering tidak terlihat dari luar. Tanpa interlining, banyak pakaian akan terlihat lemas, tidak rapi, dan kurang profesional.

Lalu sebenarnya, apa fungsi kain interlining di konveksi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Kain Interlining?

Kain interlining adalah lapisan tambahan yang ditempatkan di antara kain utama dan kain pelapis, atau langsung menempel di bagian tertentu pakaian. Fungsinya untuk memberi struktur, kekuatan, dan bentuk pada pakaian.

Di konveksi, interlining biasanya digunakan pada area-area yang membutuhkan ketegasan dan kestabilan.

Fungsi Kain Interlining di Konveksi

1. Memberi Struktur dan Bentuk Pakaian

Interlining membantu pakaian terlihat lebih tegas dan rapi, terutama pada:

• Kerah kemeja

• Manset lengan

• Placket atau belahan kancing

• Pinggang rok atau celana

Tanpa interlining, bagian-bagian ini mudah melipat, turun, atau terlihat kurang presisi.

2. Membuat Pakaian Lebih Awet

Dengan adanya lapisan kain keras, pakaian jadi lebih kuat dan tahan lama, tidak mudah berubah bentuk meskipun sering dicuci atau dipakai.

Ini penting terutama untuk produksi massal di konveksi yang mengutamakan kualitas konsisten.

3. Menjaga Siluet dan Tampilan Profesional

Interlining berperan besar dalam menjaga siluet pakaian, agar tetap sesuai desain awal. Hasil akhirnya terlihat lebih clean, structured, dan profesional, baik untuk pakaian formal maupun semi-formal.

4. Menambah Kenyamanan Saat Dipakai

Meski disebut kain keras, interlining yang tepat justru membuat pakaian lebih nyaman. Kain utama tidak mudah kusut atau bergeser, sehingga pakaian terasa lebih stabil saat dikenakan.

5. Menyesuaikan Karakter Desain

Di konveksi, interlining dipilih berdasarkan:

• Jenis kain utama

• Model pakaian

• Target pasar

Misalnya, busana formal biasanya menggunakan interlining yang lebih kaku, sedangkan pakaian kasual memilih interlining yang lebih lentur.

Jenis Kain Interlining yang Umum Digunakan

Beberapa jenis interlining yang sering dipakai di konveksi antara lain:

• Interlining woven (tenun)

• Interlining non-woven

• Interlining fusible (dengan lem)

• Interlining sew-in (dijahit manual)

Pemilihan jenis ini sangat memengaruhi hasil akhir pakaian.

Kesimpulan

Kain interlining atau kain keras bukan sekadar pelengkap, tetapi elemen penting dalam proses konveksi. Fungsinya bukan hanya memperkuat, tapi juga menentukan kualitas, bentuk, dan nilai jual pakaian.

Kalau kamu ingin hasil jahitan yang rapi, awet, dan terlihat profesional, pemilihan interlining yang tepat adalah kuncinya.

Membagikan:

Tinggalkan komentar

Harap dicatat, komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan