- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci

Siklus pencucian telah selesai. Pakaian terlihat bersih dan tidak lagi meninggalkan noda. Namun, ketika diangkat dari mesin atau mulai disetrika, aroma lembap yang tidak menyenangkan masih tercium.
Bau apek pada pakaian bukan selalu menandakan detergen yang digunakan kurang banyak. Dalam banyak kasus, masalah justru berasal dari kelembapan yang terperangkap, proses pencucian yang tidak efektif, atau kondisi mesin cuci yang tidak terawat.
Menambahkan lebih banyak pewangi hanya menutupi aroma untuk sementara. Untuk mengatasinya, sumber bau harus ditemukan terlebih dahulu.
Pakaian yang baru selesai dicuci berada dalam kondisi hangat dan basah. Jika dibiarkan terlalu lama di dalam tabung tertutup, sirkulasi udara menjadi terbatas.
Kondisi lembap tersebut dapat memunculkan aroma apek pada pakaian sekaligus bagian dalam mesin.
Masalah ini sering terjadi ketika pencucian dilakukan pada malam hari, tetapi pakaian baru dikeluarkan keesokan paginya. Bau juga dapat muncul jika pakaian basah dibiarkan menumpuk dalam keranjang sebelum dijemur.
Setelah siklus selesai, keluarkan pakaian sesegera mungkin. Jika pakaian telanjur berbau, jangan langsung mengeringkannya. Cuci ulang sesuai petunjuk pada label perawatan.
Pakaian yang terasa kering pada bagian luar belum tentu benar-benar kering pada seluruh bagiannya.
Bagian tebal seperti pinggang celana, manset, kerah, saku, lapisan hoodie, dan sambungan jahitan dapat menyimpan kelembapan lebih lama.
Jika pakaian dilipat atau dimasukkan ke lemari dalam kondisi masih lembap, bau apek dapat muncul beberapa jam atau beberapa hari kemudian.
Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum:
Dilipat
Disetrika
Ditumpuk dalam keranjang
Dimasukkan ke lemari
Disimpan dalam plastik atau garment bag
Jemur pakaian di area dengan sirkulasi udara yang baik. Beri jarak antar pakaian agar udara dapat melewati kedua sisinya.
Pada musim hujan atau ruangan yang lembap, bantuan kipas, dehumidifier, atau mesin pengering yang digunakan sesuai label perawatan dapat mempercepat proses pengeringan.
Pakaian bisa keluar dalam keadaan berbau jika bagian dalam mesin cuci sudah dipenuhi residu dan kelembapan.
Sisa detergen, pelembut, serat kain, rambut, dan kotoran dapat menumpuk pada:
Tabung mesin
Gasket atau karet pintu
Laci detergen
Bobot filter pembuangan
Saluran pembuangan
Bagian bawah agitator pada mesin tertentu
Pada mesin bukaan depan, lipatan karet pintu perlu diperiksa karena air dan kotoran dapat tertahan di area tersebut.
Jalankan program tub clean, drum clean, atau self clean sesuai petunjuk produsen. Bersihkan laci detergen, gasket, dan filter berdasarkan buku manual mesin.
Setelah digunakan, biarkan pintu atau tutup mesin dan laci detergen sedikit terbuka agar bagian dalamnya dapat mengering.
Anggapan bahwa semakin banyak detergen akan membuat pakaian semakin bersih tidak selalu benar.
Detergen berlebihan dapat menghasilkan terlalu banyak busa dan lebih sulit dibilas. Residu yang tertinggal pada serat pakaian dan bagian dalam mesin kemudian menangkap kotoran serta menimbulkan aroma tidak sedap.
Jumlah detergen harus disesuaikan dengan:
Kapasitas cucian
Tingkat kekotoran pakaian
Jenis mesin
Tingkat konsentrasi produk
Kondisi air yang digunakan
Mesin berteknologi high efficiency biasanya membutuhkan detergen yang sesuai dan jumlah lebih sedikit daripada yang diperkirakan.
Gunakan takaran pada kemasan dan petunjuk mesin, bukan menuangkannya berdasarkan perkiraan.
Pelembut pakaian dapat memberikan aroma dan rasa lebih halus. Namun, penggunaan berlebihan berisiko meninggalkan lapisan residu.
Lapisan tersebut dapat memerangkap minyak tubuh, keringat, dan bau pada beberapa jenis kain. Residu juga bisa terkumpul di laci dispenser dan bagian dalam mesin.
Gunakan pelembut sesuai takaran. Jangan menuangkan langsung ke pakaian kecuali petunjuk produknya memang mengizinkan.
Pada handuk, pakaian olahraga, dan bahan tertentu, penggunaan pelembut sebaiknya disesuaikan dengan label karena dapat memengaruhi kemampuan kain menyerap air atau melepaskan keringat.
Memasukkan sebanyak mungkin pakaian dalam satu siklus terlihat lebih efisien. Namun, tabung yang terlalu penuh membuat pakaian tidak mempunyai ruang untuk bergerak.
Air dan detergen sulit menjangkau seluruh permukaan kain. Proses pembilasan juga menjadi kurang efektif sehingga kotoran, keringat, dan residu tetap tertinggal.
Pakaian seharusnya dapat bergerak selama proses pencucian. Ikuti batas kapasitas mesin dan sesuaikan program dengan berat serta jenis bahan.
Bahan tebal seperti handuk, denim, jaket, dan selimut membutuhkan ruang lebih besar daripada pakaian ringan.
Bau apek tidak selalu berasal dari kelembapan saja.
Pakaian olahraga, seragam, kerah kemeja, kaus kaki, dan area ketiak sering menyimpan campuran keringat, minyak tubuh, serta produk perawatan kulit.
Bahan sintetis juga dapat mempertahankan aroma lebih kuat daripada beberapa bahan alami. Mencuci dengan program terlalu singkat atau air yang tidak sesuai mungkin belum cukup untuk mengangkat residu tersebut.
Sebelum mencuci, tangani area yang paling berbau menggunakan detergen yang sesuai dengan petunjuk produk. Jangan menggosok kain terlalu keras karena dapat merusak permukaan dan warna.
Pisahkan pakaian yang sangat berkeringat dari cucian yang hanya digunakan sebentar.
Handuk basah, pakaian olahraga, dan baju yang terkena hujan sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke keranjang tertutup dalam kondisi menggumpal.
Kelembapan akan tertahan di antara lapisan kain dan bau mulai terbentuk sebelum pakaian masuk ke mesin.
Jika belum bisa langsung dicuci, bentangkan atau gantung pakaian sampai cukup kering. Setelah itu, masukkan ke keranjang cucian yang memiliki ventilasi.
Keranjang cucian juga perlu dibersihkan secara berkala. Menempatkan pakaian bersih ke dalam wadah yang lembap dan berbau dapat membuat aroma kembali menempel.
Cara Mengatasi Pakaian yang Telanjur Bau Apek
Sebelum mencuci ulang, cari tahu apakah sumber bau berasal dari pakaian atau mesin.
Cium bagian dalam tabung dalam kondisi kosong. Periksa gasket, laci detergen, dan filter. Jika mesin juga berbau, bersihkan mesin terlebih dahulu agar pakaian tidak kembali terkena aroma yang sama.
Setelah itu:
Periksa label perawatan pakaian.
Pisahkan pakaian berdasarkan warna dan jenis bahan.
Jangan mengisi mesin terlalu penuh.
Gunakan detergen dengan takaran yang tepat.
Pilih siklus sesuai tingkat kekotoran pakaian.
Gunakan suhu air yang diizinkan oleh label.
Keluarkan pakaian segera setelah siklus selesai.
Keringkan sampai benar-benar tuntas.
Jika bau tetap bertahan setelah pencucian ulang, jangan terus menambahkan berbagai bahan pembersih secara bersamaan. Periksa petunjuk pakaian, detergen, dan mesin sebelum menggunakan produk tambahan.
Jangan mencampur produk pembersih yang berbeda karena kombinasi tertentu dapat menghasilkan reaksi berbahaya.
Cara Mencegah Bau Apek Datang Kembali
Pencegahan dimulai bahkan sebelum pakaian dicuci.
Jangan menumpuk pakaian basah dalam keranjang tertutup. Gunakan takaran detergen yang benar, bersihkan mesin secara berkala, dan keluarkan pakaian segera setelah pencucian selesai.
Setelah mesin kosong:
Lap sisa air pada karet pintu
Bersihkan laci detergen
Periksa filter secara berkala
Biarkan pintu dan laci terbuka agar mengering
Jalankan siklus pembersihan sesuai buku manual
Lemari juga perlu diperhatikan. Pastikan ruang penyimpanan tidak lembap dan jangan memasukkan pakaian yang belum sepenuhnya kering.
Kapan Mesin Cuci Perlu Diperiksa?
Bau apek ringan biasanya dapat diatasi dengan membersihkan mesin dan memperbaiki kebiasaan mencuci.
Namun, pemeriksaan lebih lanjut dibutuhkan jika aroma menyerupai saluran pembuangan, belerang, kabel terbakar, atau terus muncul setelah mesin dibersihkan.
Hubungi teknisi jika:
Air tidak terbuang dengan baik
Filter terus dipenuhi air kotor
Saluran pembuangan mengeluarkan bau kuat
Mesin mengeluarkan aroma terbakar
Pakaian selalu berbau setelah setiap pencucian
Terdapat kebocoran atau genangan di sekitar mesin
Masalah tersebut dapat berkaitan dengan saluran pembuangan, pemasangan selang, pompa, atau komponen internal.
Catatan untuk Fashion Brand dan Produksi Pakaian
Fashion brand perlu memperhatikan persoalan bau sejak tahap pemilihan bahan dan quality control.
Kain sebaiknya diuji setelah pencucian untuk mengetahui apakah material mudah menahan keringat, membutuhkan waktu pengeringan panjang, atau memerlukan instruksi khusus.
Pakaian yang selesai disetrika juga harus benar-benar dingin dan kering sebelum dikemas. Memasukkan pakaian yang masih hangat atau lembap ke dalam plastik dapat menahan uap air dan menimbulkan bau selama penyimpanan.
Care label harus mencantumkan metode pencucian dan pengeringan yang sesuai dengan hasil uji produk.
Kesimpulan
Pakaian yang tetap berbau apek setelah dicuci biasanya berkaitan dengan kelembapan, pengeringan yang tidak tuntas, mesin cuci kotor, detergen berlebihan, muatan terlalu penuh, atau keringat yang masih tertinggal pada serat.
Menambahkan pewangi tidak menyelesaikan sumber masalah.
Keluarkan pakaian segera setelah dicuci, keringkan hingga tuntas, gunakan detergen sesuai takaran, dan bersihkan mesin secara rutin. Kebiasaan sederhana tersebut membantu pakaian tetap segar sekaligus menjaga performa mesin cuci.
Sedang menyiapkan pakaian untuk produksi dan ingin mendapatkan finishing yang lebih rapi?
Istana Kancing menyediakan berbagai kebutuhan garment seperti benang, jarum, kancing, resleting, furing, renda, pita, beads, payet, serta perlengkapan jahit untuk kebutuhan retail, tailor, fashion brand, konveksi, hingga grosir.