- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci

Bagi pemula, mesin jahit sering terlihat rumit karena memiliki banyak bagian kecil. Ada jarum, sepatu, bobbin, sekoci, tuas, roda, pengatur benang, dan bagian lain yang semuanya punya fungsi berbeda.
Memahami nama bagian mesin jahit membantu penjahit bekerja lebih percaya diri. Ketika benang putus, jahitan loncat, kain tidak bergerak, atau mesin terasa macet, penjahit bisa lebih mudah mencari sumber masalahnya.
Berikut beberapa bagian mesin jahit yang paling sering digunakan dan perlu dikenal.
Jarum Mesin

Jarum mesin adalah bagian yang menusuk kain dan membawa benang atas ke bawah kain untuk membentuk jahitan.
Ukuran dan jenis jarum harus disesuaikan dengan bahan. Kain tipis membutuhkan jarum yang lebih halus, kain tebal membutuhkan jarum lebih kuat, sedangkan kain stretch biasanya lebih aman memakai jarum stretch atau ballpoint.
Jarum yang bengkok, tumpul, atau salah ukuran dapat membuat jahitan loncat, benang putus, bahkan mesin tersangkut.
Sepatu Mesin (Presser Foot)

Sepatu mesin adalah bagian yang menekan kain saat proses menjahit.
Brother menjelaskan bahwa presser foot memberi tekanan pada kain ketika mesin menjahit. Tekanan ini membantu kain tetap stabil dan tidak mudah bergeser saat jarum bergerak.
Jenis sepatu mesin juga beragam. Ada sepatu standar, sepatu resleting, sepatu lubang kancing, sepatu obras kecil, sepatu teflon, dan sepatu khusus lain sesuai kebutuhan jahitan.
Plat Jarum (Needle Plate)

adalah pelat logam di bawah sepatu mesin, tempat jarum turun ke area bobbin.
Bagian ini biasanya memiliki garis panduan ukuran yang membantu penjahit menjaga jarak jahitan dari tepi kain. Brother menyebut ukuran pada needle plate sebagai referensi untuk pola jahitan dengan posisi jarum kiri atau tengah.
Jika needle plate tergores atau berlubang kasar, benang bisa mudah tersangkut.
Gigi Mesin (Feed Dogs)

Feed dog adalah gerigi kecil di bawah sepatu mesin yang membantu menggerakkan kain.
Saat mesin berjalan, feed dog naik-turun dan maju-mundur untuk mendorong kain sesuai arah jahitan. Brother menjelaskan bahwa feed dogs berfungsi menggerakkan kain ke arah jahit.
Jika area feed dog kotor karena serat kain dan debu, kain bisa sulit bergerak atau jahitan menjadi tidak rata.
Spul (Bobbin)

Bobbin adalah gulungan kecil yang menyimpan benang bawah.
Benang atas dan benang bawah akan saling mengait untuk membentuk jahitan. Jika bobbin salah ukuran, gulungannya tidak rata, atau pemasangannya terbalik, jahitan bisa menggumpal di bawah kain.
SINGER juga menyarankan menyimpan beberapa bobbin cadangan untuk berbagai warna benang agar proses menjahit lebih efisien.
Rumah Spul (Bobbin Case)

Sekoci adalah tempat bobbin berada pada beberapa tipe mesin jahit.
Fungsinya membantu mengatur posisi bobbin dan jalur benang bawah. Jika sekoci tidak terpasang dengan benar, mesin bisa berbunyi kasar, benang bawah tidak keluar rapi, atau jahitan menjadi berantakan.
Pada mesin tertentu, area bobbin berbentuk top loading dan tidak memakai sekoci lepasan seperti mesin klasik.
Pengatur Tegangan Benang (Tension Dial)

Tension dial adalah pengatur tegangan benang atas.
Jika tension terlalu kencang, benang bisa mudah putus atau kain tertarik. Jika terlalu longgar, jahitan bisa menghasilkan loop atau terlihat kendur.
Pengaturan tension sebaiknya diuji pada sisa kain sebelum menjahit kain utama, terutama saat mengganti jenis kain atau benang.
Pengarah Benang dan Tuas Pengambil Benang (Thread Guide and Take-Up Lever)

Thread guide adalah jalur kecil yang mengarahkan benang atas sebelum masuk ke jarum.
Take-up lever adalah tuas naik-turun yang membantu menarik benang saat jahitan terbentuk. Jika benang tidak melewati bagian ini dengan benar, benang bisa kusut, putus, atau menggumpal di bawah kain.
Karena itu, pemasangan benang atas harus mengikuti urutan jalur mesin.
Tiang Benang (Spool Pin)

adalah tempat meletakkan gulungan benang atas.
Dari bagian ini, benang akan berjalan melewati thread guide, tension, take-up lever, lalu masuk ke jarum. Jika posisi spool tidak benar, benang bisa tertarik tidak stabil.
Roda Tangan (Handwheel)

adalah roda di sisi kanan mesin jahit.
Bagian ini digunakan untuk menaikkan dan menurunkan jarum secara manual. Brother menjelaskan bahwa handwheel diputar ke arah pengguna atau berlawanan arah jarum jam untuk menaikkan dan menurunkan jarum.
Handwheel berguna saat memulai jahitan, mengangkat jarum dari kain, atau mengatur posisi jarum dengan lebih hati-hati.
Pedal Kaki (Foot Pedal)

Pedal digunakan untuk mengatur jalannya mesin jahit.
Semakin kuat tekanan kaki pada pedal, biasanya mesin akan bergerak lebih cepat. Untuk pemula, gunakan tekanan ringan agar jahitan lebih mudah dikontrol.
Kesimpulan
Bagian mesin jahit yang perlu dikenal antara lain jarum, sepatu mesin, needle plate, feed dog, bobbin, sekoci, tension dial, thread guide, take-up lever, spool pin, handwheel, dan pedal.
Setiap bagian memiliki fungsi yang saling berhubungan. Jika salah satu bagian tidak bekerja dengan baik, hasil jahitan bisa ikut bermasalah.
Dengan memahami nama dan fungsi bagian mesin jahit, penjahit akan lebih mudah menggunakan mesin, merawatnya, dan mengatasi masalah dasar saat menjahit.
Sedang mencari perlengkapan mesin jahit dan kebutuhan menjahit?
Istana Kancing menyediakan jarum mesin, bobbin, benang, sepatu mesin, gunting, pendedel, kancing, resleting, furing, vislin, bisban, renda, pita, beads, payet, serta aksesori garment untuk tailor, fashion brand, konveksi, dan grosir.