- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci

Sebuah kancing berukuran dua milimeter lebih besar mungkin terlihat seperti perubahan kecil. Namun, dalam produksi pakaian, perubahan tersebut dapat mengganggu ukuran lubang kancing, mengubah tampilan desain, dan memengaruhi biaya satu batch produksi.
Hal serupa dapat terjadi pada resleting dengan warna yang sedikit berbeda, label ukuran yang salah, karet yang terlalu kuat, atau benang jahit yang tidak sesuai dengan sampel.
Masalahnya, aksesori pakaian sering berjumlah banyak dan memiliki bentuk yang hampir serupa. Tanpa acuan yang jelas, operator, gudang, dan quality control dapat menggunakan komponen yang berbeda meski semuanya merasa telah mengikuti instruksi.
Di sinilah trims card berperan.
Dokumen ini bukan sekadar papan berisi potongan aksesori. Trims card menjadi panduan visual yang menghubungkan desain, persetujuan, pembelian, produksi, dan pemeriksaan kualitas.
Trims card adalah kartu atau lembar referensi yang menampilkan contoh fisik dari aksesori dan komponen yang telah disetujui untuk sebuah model pakaian.
Dalam praktik industri, istilah ini juga sering ditulis sebagai trim card. Pada beberapa perusahaan, dokumen serupa dapat disebut swatch card, trim approval card, atau bagian dari production file.
Aksesori yang ditempelkan dapat meliputi:
Kancing
Resleting dan slider
Benang jahit
Benang obras
Karet elastis
Renda
Pita
Tali dan drawcord
Stopper
Buckle atau gesper
Hook and eye
Snap button
Label merek
Label ukuran
Care label
Hangtag
Beads dan payet
Velcro
Shoulder pad
Interlining atau vislin
Aksesori kemasan tertentu
Setiap komponen disertai informasi yang membantu tim produksi mengenali barang yang benar.
Trims card sebaiknya hanya memuat aksesori yang telah disetujui. Sampel yang masih dalam tahap pilihan atau menunggu revisi harus dipisahkan agar tidak digunakan secara tidak sengaja.
Dalam produksi skala kecil, pemilik brand mungkin masih dapat mengingat jenis kancing, warna benang, dan panjang resleting yang digunakan.
Ketika jumlah desain, warna, ukuran, dan pesanan bertambah, ingatan tidak lagi cukup menjadi sistem kontrol.
Satu model pakaian dapat memiliki:
Beberapa ukuran kancing
Resleting dengan panjang berbeda
Warna benang atas dan obras yang berlainan
Label untuk setiap ukuran
Karet dengan lebar tertentu
Detail dekoratif yang dipasang pada posisi khusus
Versi aksesori berbeda untuk setiap colorway
Tanpa trims card, keputusan mudah bergantung pada foto, pesan percakapan, atau sampel yang berpindah-pindah tangan.
Trims card menyatukan seluruh komponen tersebut dalam satu acuan yang dapat dilihat dan dibandingkan secara langsung.
Trims Card Bukan Sekadar Daftar Aksesori
Daftar tertulis hanya menjelaskan nama dan spesifikasi barang. Trims card menambahkan referensi fisik.
Tulisan “kancing gold 20 milimeter” belum tentu cukup. Warna gold dapat memiliki nada kuning, champagne, antique, atau rose gold. Permukaannya juga dapat mengilap, matte, bertekstur, atau memiliki motif tertentu.
Dengan sampel fisik, tim dapat memeriksa:
Warna sebenarnya
Ukuran
Ketebalan
Tekstur
Kilau
Material
Bentuk
Kekuatan
Kesesuaian dengan kain
Inilah alasan trims card tetap relevan meski perusahaan sudah menggunakan dokumen digital.
Perbedaan Trims Card, Tech Pack, dan Bill of Materials
Ketiga dokumen ini saling berkaitan, tetapi tidak memiliki fungsi yang sama.
Tech Pack
Tech pack merupakan dokumen teknis utama yang menjelaskan desain pakaian secara lengkap.
Isinya dapat mencakup gambar teknis, ukuran, konstruksi jahitan, detail bahan, posisi aksesori, artwork, instruksi finishing, dan standar kualitas.
Tech pack memberi gambaran mengenai bagaimana pakaian harus dibuat.
Bill of Materials
Bill of Materials atau BOM merupakan daftar seluruh bahan yang diperlukan untuk membuat pakaian.
Dokumen ini mencatat nama bahan, kode, jumlah per pakaian, supplier, satuan pembelian, dan kebutuhan produksi.
BOM menjelaskan apa saja yang harus disediakan dan berapa jumlahnya.
Trims Card
Trims card menampilkan sampel dari aksesori yang telah disetujui.
Dokumen ini membantu tim mengenali komponen mana yang benar secara visual dan fisik.
Ketiganya sebaiknya digunakan bersama. Tech pack memberikan instruksi, BOM mengendalikan kebutuhan material, dan trims card menjadi referensi aksesori yang dapat diperiksa langsung.
Informasi yang Perlu Dicantumkan dalam Trims Card
Trims card yang baik harus dapat dikenali tanpa bergantung pada penjelasan lisan.
Bagian identitas sebaiknya mencantumkan:
Nama brand atau buyer
Nama model
Nomor style
Nomor pesanan atau purchase order
Musim atau koleksi
Warna atau colorway
Tanggal pembuatan
Nomor revisi
Nama pembuat dokumen
Status persetujuan
Untuk setiap aksesori, cantumkan:
Nama komponen
Kode atau nomor artikel
Material
Warna dan kode warna
Ukuran atau panjang
Supplier
Posisi pemasangan
Jumlah per pakaian
Catatan khusus
Tanggal persetujuan
Nama atau tanda tangan pemberi persetujuan
Semakin besar skala produksi, semakin penting penggunaan kode barang yang konsisten.
Nama seperti “kancing hitam kecil” tidak cukup spesifik untuk produksi massal. Gunakan kode produk, ukuran, finishing, dan supplier yang jelas.
Komponen Apa Saja yang Perlu Ditempel?
Komponen yang ditempel harus mewakili barang produksi sebenarnya.
Kancing
Tempelkan contoh kancing dengan ukuran, warna, motif, material, dan bagian belakang yang sama.
Jika pakaian menggunakan dua ukuran—misalnya kancing badan dan lengan—keduanya perlu ditampilkan secara terpisah.
Resleting
Trims card dapat menampilkan potongan resleting, slider, puller, stopper, atau sampel pendek yang mewakili jenis produk.
Cantumkan panjang resleting sebenarnya pada keterangan karena seluruh resleting produksi tidak mungkin ditempelkan pada kartu.
Benang
Lilitkan benang pada area yang cukup luas agar warna dan ketebalannya terlihat.
Pisahkan benang jahit utama, obras, bordir, dan topstitch jika spesifikasinya berbeda.
Label
Tempelkan label merek, label ukuran, care label, dan label khusus lainnya dalam posisi yang memungkinkan seluruh teks dibaca.
Periksa ejaan, komposisi bahan, simbol perawatan, negara produksi, ukuran, dan orientasi pemasangan.
Karet dan Pita
Tempelkan potongan dengan lebar serta warna yang benar.
Cantumkan panjang pemakaian per pakaian, tingkat regang, dan lokasi pemasangan jika informasi tersebut penting.
Aksesori Dekoratif
Payet, beads, renda, bros, buckle, tali, dan aplikasi perlu ditampilkan sesuai versi yang sudah disetujui.
Untuk aksesori kecil, tempelkan lebih dari satu buah jika jumlah tersebut membantu menunjukkan susunan atau pola pemasangannya.
Fungsi Trims Card bagi Tim Merchandising
Tim merchandising menjadi penghubung antara brand, buyer, supplier, dan pabrik.
Trims card membantu tim memastikan bahwa aksesori yang dipesan sama dengan komponen yang sudah mendapat persetujuan.
Ketika supplier mengirimkan sampel atau barang produksi, merchandiser dapat membandingkan:
Warna
Ukuran
Material
Finishing
Kualitas permukaan
Logo
Kode barang
Detail khusus
Jika terjadi perubahan, revisi harus dicatat sebelum aksesori digunakan.
Fungsi Trims Card bagi Gudang
Gudang tidak cukup hanya menerima kardus dengan nama barang.
Petugas perlu memeriksa apakah komponen yang datang sesuai dengan pesanan dan versi yang disetujui.
Trims card dapat digunakan saat:
Penerimaan barang
Pemeriksaan awal
Pemisahan aksesori berdasarkan style
Pengeluaran bahan ke lini produksi
Penghitungan stok
Penanganan sisa produksi
Aksesori dengan bentuk mirip tetapi berasal dari style berbeda sebaiknya tidak dicampur dalam satu area tanpa identifikasi.
Fungsi Trims Card di Lini Produksi
Pada lini jahit, trims card menjadi panduan bagi supervisor dan operator.
Operator dapat memastikan bahwa kancing, label, resleting, tali, atau aksesori lain yang dipasang sesuai dengan model yang sedang dikerjakan.
Kartu dapat ditempatkan pada production board atau area yang mudah dilihat. Namun, aksesnya tetap perlu dikontrol agar sampel tidak dilepas atau diganti.
Untuk produksi dengan beberapa colorway, gunakan trims card berbeda atau pembagian yang sangat jelas. Jangan menempelkan seluruh warna tanpa label yang tegas karena dapat meningkatkan risiko tertukar.
Quality control menggunakan trims card untuk membandingkan pakaian jadi dengan aksesori yang disetujui.
Pemeriksaan dapat meliputi:
Apakah warna kancing benar
Apakah ukuran kancing sesuai
Apakah slider resleting tepat
Apakah label dipasang pada posisi benar
Apakah care label menggunakan versi terbaru
Apakah warna benang sesuai
Apakah lebar karet benar
Apakah detail dekoratif lengkap
Apakah aksesori mengalami cacat
Trims card tidak menggantikan standar pengujian kualitas, tetapi membantu QC mengenali produk yang seharusnya digunakan.
Trims card dapat dibuat menggunakan karton tebal, lembar presentasi, atau papan khusus yang cukup kuat untuk membawa sampel.
Langkah umumnya sebagai berikut.
1. Ambil Data dari Tech Pack dan BOM
Buat daftar seluruh trims dan aksesori yang digunakan dalam satu style.
Jangan hanya mencatat komponen yang terlihat dari luar. Masukkan juga benang, label, elastic, vislin, tape, dan bagian lain yang memengaruhi produksi.
2. Kumpulkan Sampel yang Sudah Disetujui
Pastikan sampel memiliki status yang jelas.
Pisahkan antara:
Approved
Approved with comments
Rejected
Pending approval
Development sample
Hanya aksesori dengan status final yang boleh menjadi acuan produksi.
3. Kelompokkan Berdasarkan Colorway
Beberapa aksesori mungkin sama untuk semua warna pakaian. Komponen lain bisa berbeda.
Benang, resleting, kancing, dan label tertentu perlu dibedakan berdasarkan colorway.
Jangan menganggap warna navy untuk satu bahan otomatis sama dengan navy pada aksesori lain.
4. Tempelkan Sampel dengan Aman
Gunakan metode pemasangan yang tidak mudah membuat sampel berpindah.
Kancing dapat dijahit, diikat, atau dipasang menggunakan pengikat yang aman. Benang dapat dililitkan. Label, pita, dan potongan resleting dapat ditempel atau dijahit.
Hindari hanya meletakkan aksesori di dalam plastik tanpa identifikasi karena posisi dan keterangannya mudah tertukar.
5. Beri Keterangan pada Setiap Komponen
Tempatkan keterangan di dekat sampel.
Pastikan kode barang, ukuran, warna, supplier, dan posisi pemasangan dapat dibaca dengan jelas.
Jangan menumpuk terlalu banyak informasi hingga kartu sulit digunakan.
6. Lakukan Pemeriksaan Silang
Bandingkan trims card dengan:
Sampel pakaian yang disetujui
Tech pack terbaru
BOM
Purchase order
Data supplier
Catatan revisi buyer atau designer
Satu perbedaan harus diselesaikan sebelum dokumen dirilis ke produksi.
7. Minta Persetujuan
Trims card perlu mendapatkan tanda persetujuan dari pihak yang memiliki kewenangan.
Tergantung struktur perusahaan, persetujuan dapat berasal dari buyer, designer, product development, merchandiser, atau quality manager.
Cantumkan tanggal dan nomor revisi agar status dokumen dapat ditelusuri.
8. Distribusikan Salinan Terkontrol
Salinan dapat diberikan kepada:
Merchandising
Purchasing
Gudang
Tim produksi
Quality control
Finishing dan packing
Supplier tertentu jika dibutuhkan
Setiap tim harus menggunakan versi yang sama.
Ketika ada revisi, salinan lama perlu ditarik atau diberi tanda tidak berlaku.
Trims Card Fisik dan Digital
Sistem digital membuat data lebih mudah dibagikan, dicari, dan diperbarui.
Foto aksesori, kode barang, supplier, ukuran, serta status persetujuan dapat disimpan dalam software produksi atau dokumen online.
Namun, foto tidak selalu dapat menunjukkan:
Warna secara akurat
Kilau logam
Ketebalan
Berat
Tekstur
Kelenturan
Kekuatan
Perbedaan finishing
Karena itu, trims card digital dan fisik sebaiknya saling melengkapi.
Dokumen digital berfungsi untuk komunikasi dan penyimpanan data. Sampel fisik digunakan ketika pemeriksaan visual dan sentuhan diperlukan.
Trims Card untuk Fashion Brand Kecil
Fashion brand kecil tidak harus menunggu memiliki pabrik besar untuk menggunakan trims card.
Sistem sederhana dapat dibuat menggunakan:
Karton atau lembar A4 tebal
Sampel aksesori
Label informasi yang dicetak
Spreadsheet BOM
Foto dan salinan digital
Kode versi
Untuk satu model blouse, misalnya, trims card dapat memuat kancing utama, kancing cadangan, resleting, benang, label merek, label ukuran, care label, dan renda.
Dokumen sederhana ini dapat mencegah perubahan bahan saat repeat order.
Ketika supplier atau staf berganti, brand tetap memiliki acuan yang dapat digunakan.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membuat Trims Card
Menggunakan Sampel yang Belum Disetujui
Sampel awal tidak boleh langsung dijadikan standar produksi.
Pastikan status dan tanggal persetujuan tercatat.
Tidak Mencantumkan Nomor Revisi
Tanpa nomor revisi, tim sulit mengetahui kartu mana yang paling baru.
Kesalahan ini berbahaya ketika desain mengalami perubahan menjelang produksi.
Mengandalkan Nama Umum
Istilah seperti “resleting cream” atau “karet hitam” terlalu luas.
Cantumkan kode, ukuran, material, supplier, serta spesifikasi teknis.
Mencampur Beberapa Colorway
Pemisahan yang tidak jelas dapat membuat operator menggunakan kancing atau benang dari warna lain.
Sampel Mudah Dilepas
Aksesori yang hanya ditempel seadanya dapat dipindahkan atau diganti tanpa diketahui.
Gunakan pengikat yang aman dan berikan tanda persetujuan.
Tidak Memasukkan Label dan Kemasan
Trims card sering hanya berisi kancing dan resleting.
Padahal, kesalahan label ukuran, care label, hangtag, barcode, polybag, atau stiker juga dapat menahan proses pengiriman.
Membiarkan Kartu Lama Tetap Beredar
Setiap revisi perlu diikuti pengendalian dokumen.
Kartu lama harus dikumpulkan, dicoret sebagai obsolete, atau disimpan terpisah untuk arsip.
Trims Card Tidak Menggantikan Pemeriksaan Barang Datang
Aksesori yang terlihat sama dengan sampel belum tentu memiliki kualitas identik.
Barang produksi tetap perlu diperiksa berdasarkan standar seperti:
Jumlah
Warna dan shade
Ukuran
Ketahanan
Ketajaman bagian tepi
Fungsi buka-tutup
Kekuatan pemasangan
Cacat permukaan
Konsistensi logo
Hasil uji yang disyaratkan
Trims card menjadi referensi. Pemeriksaan kualitas memastikan barang produksi benar-benar memenuhi standar.
Catatan untuk Repeat Order
Repeat order sering dianggap mudah karena desain sudah pernah diproduksi.
Namun, supplier dapat mengganti bahan, warna dapat berubah antarbatch, dan kode produk bisa diperbarui.
Sebelum repeat order, periksa kembali:
Ketersediaan aksesori
Kesesuaian batch baru
Perubahan supplier
Warna terhadap kain terbaru
Ukuran dan finishing
Kondisi sampel referensi
Versi care label
Ketentuan kemasan
Jangan menggunakan trims card lama tanpa verifikasi.
Jika terdapat perubahan yang telah disetujui, buat revisi baru dan simpan versi sebelumnya sebagai arsip.
Kesimpulan
Trims card adalah panduan visual yang menampilkan aksesori dan trims yang telah disetujui untuk sebuah model pakaian.
Dokumen ini membantu tim merchandising, purchasing, gudang, produksi, quality control, finishing, dan packing menggunakan komponen yang sama.
Trims card sebaiknya mencantumkan identitas style, colorway, kode barang, ukuran, warna, supplier, posisi pemasangan, jumlah pemakaian, status persetujuan, dan nomor revisi.
Dalam produksi pakaian, konsistensi tidak cukup dijaga melalui ingatan atau foto. Sampel fisik dan data yang terdokumentasi membantu memastikan satu kancing kecil tidak menjadi masalah besar bagi seluruh batch.
Sedang menyusun trims card atau mencari aksesori untuk produksi koleksi pakaian?
Istana Kancing menyediakan berbagai pilihan kancing, resleting, benang, karet elastis, furing, vislin, renda, pita, beads, payet, bros, buckle, dan aksesoris garment untuk kebutuhan fashion brand, tailor, konveksi, produksi massal, hingga grosir.