- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci
Dalam menjahit, salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah tension benang. Padahal, tension sangat berpengaruh pada kerapian, kekuatan, dan tampilan jahitan. Tension yang tidak seimbang bisa membuat jahitan berantakan, benang putus, atau kain mengerut.
Agar hasil jahitan lebih maksimal, penting untuk memahami apa itu tension dan cara mengaturnya dengan benar.

Tension mesin jahit adalah tingkat kekencangan tarikan antara benang atas dan benang bawah saat proses menjahit. Kedua benang ini harus saling mengunci tepat di tengah kain. Jika salah satu terlalu kencang atau terlalu kendur, hasil jahitan akan bermasalah.
1. Membuat Jahitan Lebih Rapi
Tension yang tepat membuat jahitan terlihat seimbang di kedua sisi kain. Tidak ada benang yang menumpuk di atas atau bawah, dan pola jahitan terlihat konsisten.
2. Menjaga Kekuatan Jahitan
Jika tension terlalu longgar, jahitan mudah lepas. Sebaliknya, jika terlalu kencang, benang bisa putus. Tension yang pas membantu jahitan lebih kuat dan tahan lama.
3. Mencegah Kain Mengerut
Tension yang terlalu kencang sering menyebabkan kain tertarik dan mengerut, terutama pada kain tipis. Dengan tension yang tepat, kain tetap jatuh dengan natural.
1. Tension Benang Atas
Biasanya diatur melalui knop atau dial di bagian depan mesin. Pengaturan ini paling sering disesuaikan saat menjahit berbagai jenis kain.
2. Tension Benang Bawah
Terletak pada rumah spul dan jarang diubah. Pengaturan ini biasanya dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan.
Beberapa tanda tension bermasalah antara lain benang bawah terlihat di permukaan kain, benang atas terlihat di bagian bawah kain, jahitan loncat, atau kain tampak mengerut.
Mulailah dari pengaturan tension standar mesin. Lakukan test jahitan di kain sisa, lalu sesuaikan sedikit demi sedikit. Jika benang atas terlihat di bawah kain, kendurkan tension atas. Jika benang bawah muncul di atas kain, kencangkan tension atas secara perlahan.
Gunakan benang berkualitas dan jarum yang sesuai dengan jenis kain. Pastikan benang dipasang dengan jalur yang benar sebelum mengatur tension. Jangan langsung mengubah banyak setelan sekaligus.
Tension mungkin terlihat seperti detail kecil, tapi pengaruhnya sangat besar dalam hasil menjahit. Dengan memahami cara kerja dan pengaturannya, kamu bisa mendapatkan jahitan yang lebih rapi, kuat, dan nyaman dipakai.