- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci

Dalam pola jahit, tiga pengukuran sering muncul: lingkar dada, lebar dada, dan panjang pakaian.
Mungkin terdengar mirip, namun ketiganya mengukur bagian pakaian yang berbeda. Lingkar dada adalah pengukuran keliling tubuh, lebar dada adalah pengukuran horizontal bagian depan, dan panjang pakaian menentukan seberapa panjang hasil jadi pakaian tersebut.
Lingkar Dada

Lingkar dada diukur mengelilingi bagian dada yang paling penuh.
Pita ukur harus melingkari tubuh secara rata dan tidak boleh ditarik terlalu kencang. Pengukuran ini membantu menentukan ukuran badan utama untuk pola blus, gaun, kemeja, atau pakaian luar.
Jika lingkar dada terlalu kecil, pakaian mungkin terasa sesak. Jika terlalu besar, pakaian mungkin terlihat longgar.
Lebar Dada

Lebar dada adalah pengukuran horizontal di bagian dada depan.
Pengukuran ini tidak melingkari seluruh tubuh. Dalam pembuatan pola, ini membantu membentuk bagian depan badan pakaian agar tidak tertarik di bagian dada atau menciptakan kelebihan kain di dekat lubang lengan.
Dalam tabel ukuran pakaian jadi, "lebar dada" terkadang dapat berarti lebar pakaian saat dibentangkan mendatar. Itulah mengapa penting untuk memeriksa apakah pengukuran tersebut merujuk pada tubuh, pola, atau pakaian jadi.
Panjang Baju

Untuk blouse atau kemeja, panjang baju biasanya diukur dari bahu tertinggi dekat leher sampai ujung bawah. Untuk dress, panjangnya bisa sampai lutut, betis, atau mata kaki sesuai desain.
Panjang baju menentukan proporsi tampilan. Baju yang terlalu pendek bisa terasa tidak nyaman, sedangkan baju yang terlalu panjang bisa mengubah siluet.
Sewdirect juga menjelaskan bahwa mengecek ukuran tubuh dan ukuran pakaian jadi pada pola dapat membantu menentukan penyesuaian sebelum kain dipotong.
Kenapa Ketiganya Harus Dibaca Bersama?
Lingkar dada, lebar dada, dan panjang baju tidak bisa dilihat terpisah.
Misalnya, lingkar dada sudah cukup, tetapi lebar dada kurang. Hasilnya, baju tetap bisa terasa tertarik di bagian depan. Sebaliknya, lingkar dada pas, tetapi panjang baju salah, tampilan baju bisa terlihat kurang seimbang.
Dalam pola jahit, ukuran lebar dan panjang harus saling mendukung agar pakaian jatuh dengan rapi.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan paling umum adalah menganggap lebar dada sama dengan setengah lingkar dada. Padahal, dalam pola jahit, lebar dada biasanya hanya mengukur bagian depan tertentu, bukan seluruh keliling badan.
Kesalahan lain adalah menarik meteran terlalu kencang saat mengukur lingkar dada. Hasilnya, baju bisa menjadi sempit saat dipakai.
Untuk panjang baju, kesalahan yang sering terjadi adalah tidak menyesuaikan dengan tinggi badan dan model pakaian. Panjang blouse, tunik, outer, dan dress tentu tidak bisa disamakan.
Kesimpulan
Lingkar dada, lebar dada, dan panjang baju adalah ukuran dasar yang sangat penting dalam pola jahit.
Lingkar dada mengukur keliling badan, lebar dada mengukur bagian depan secara mendatar, dan panjang baju menentukan jatuh pakaian dari atas ke bawah.
Dengan memahami perbedaannya, pemula akan lebih mudah membaca pola, mengambil ukuran, dan menghindari hasil baju yang sempit, longgar, atau kurang proporsional.
Sedang mencari alat ukur dan perlengkapan untuk membuat pola baju?
Istana Kancing menyediakan meteran jahit, kapur jahit, rader, karbon jahit, kertas pola, benang, jarum, gunting, kancing, resleting, furing, vislin, bisban, renda, pita, beads, payet, serta aksesori garment untuk pemula, tailor, fashion brand, konveksi, dan grosir.