Kenapa Benang Sering Putus Saat Menjahit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Artikel diterbitkan di: 22 Jan 2026 Penulis artikel: Audrey Wiryawan Tag artikel: Thread
Why Does Thread Keep Breaking While Sewing? Causes and Solutions
Semua Blog Jumlah komentar artikel: 0

 

Kenapa Benang Sering Putus Saat Menjahit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Benang sering putus saat menjahit adalah salah satu masalah paling umum, baik untuk penjahit pemula maupun yang sudah berpengalaman. Selain bikin emosi, masalah ini juga bikin proses jahit jadi lebih lama dan hasil jahitan kurang rapi.
Padahal, benang putus biasanya bukan karena mesinnya rusak. Banyak faktor teknis kecil yang sering terlewat dan akhirnya bikin benang gampang putus.
Di artikel ini, kita bahas penyebab benang sering putus saat menjahit sekaligus cara mengatasinya.

Penyebab Benang Sering Putus Saat Menjahit

1. Tegangan benang terlalu kencang

Pengaturan tension yang terlalu tinggi membuat benang tertarik terlalu kuat. Akibatnya, benang tidak punya ruang untuk bergerak dan akhirnya putus, terutama saat menjahit kain tebal atau berlapis.
Solusinya, turunkan pengaturan tension sedikit demi sedikit sampai jahitan terasa lebih lancar.

2. Benang tidak sesuai dengan jenis kain

Menggunakan benang tipis untuk kain tebal, atau benang berkualitas rendah untuk jahitan berat, sangat berisiko membuat benang cepat putus.
Gunakan benang yang lebih kuat untuk kain seperti denim atau kanvas, dan benang standar untuk kain ringan seperti katun atau rayon.

3. Jarum sudah tumpul atau rusak

Jarum yang tumpul, bengkok, atau ujungnya retak bisa merusak benang saat menjahit. Benang akan terus bergesekan dengan jarum hingga akhirnya putus.
Sebaiknya ganti jarum secara rutin, terutama setelah menjahit kain tebal atau jika jarum sudah lama dipakai.

4. Ukuran jarum tidak cocok dengan benang

Jarum yang terlalu kecil untuk benang tebal akan membuat benang terjepit di lubang jarum. Hal ini menyebabkan benang cepat aus dan mudah putus.
Pastikan ukuran jarum sesuai dengan ketebalan benang yang digunakan.

5. Jalur benang salah pasang

Benang yang tidak dipasang sesuai jalur mesin jahit akan membuat tekanan benang tidak merata. Ini sering terjadi saat memasang benang dalam kondisi terburu-buru.
Saat memasang benang, pastikan sepatu mesin dalam posisi terangkat agar benang masuk ke tension dengan benar.

6. Mesin jahit kotor dan jarang dibersihkan

Debu benang dan sisa kain yang menumpuk di area sekoci atau jalur benang bisa menambah gesekan. Gesekan inilah yang membuat benang lebih cepat putus.
Bersihkan mesin jahit secara rutin, terutama di area bawah jarum dan sekoci.

7. Kecepatan menjahit terlalu tinggi

Menjahit terlalu cepat, terutama pada kain tebal atau detail kecil, bisa membuat benang tertarik secara tiba-tiba dan akhirnya putus.
Coba jahit dengan kecepatan lebih stabil agar hasil jahitan lebih rapi dan aman.

Cara Mencegah Benang Putus Saat Menjahit

Beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan:
* Gunakan benang dengan kualitas baik
* Sesuaikan benang, jarum, dan jenis kain
* Atur tension mesin dengan benar
* Ganti jarum secara berkala
* Bersihkan mesin jahit secara rutin

Kesimpulan

Benang sering putus saat menjahit memang menyebalkan, tapi masalah ini bisa diatasi jika kita tahu penyebabnya. Dengan pengaturan tension yang tepat, pemilihan benang dan jarum yang sesuai, serta perawatan mesin yang rutin, proses menjahit bisa jadi jauh lebih lancar.
Buat penjahit pemula, memahami masalah dasar seperti ini adalah langkah penting agar hasil jahitan lebih rapi dan alat jahit tetap awet.

Membagikan:

Tinggalkan komentar

Harap dicatat, komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan