- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci

Dalam menjahit, kain utama tidak selalu cukup untuk menciptakan pakaian yang rapi dan terstruktur dengan baik. Beberapa area membutuhkan lapisan tambahan untuk menambah bentuk, kenyamanan, opasitas, atau stabilitas.
Lapisan kain dapat digunakan di kerah, manset, ikat pinggang, blazer, gaun, rok, jaket, tas, dan pakaian formal. Setiap jenis memiliki fungsi yang berbeda, jadi memilih yang tepat itu penting.
Furing

Furing adalah lapisan dalam suatu pakaian.
Ini membantu menutupi konstruksi bagian dalam, membuat pakaian lebih nyaman, mengurangi transparansi, dan memungkinkan pakaian meluncur lebih mulus di atas tubuh.
Furing umumnya digunakan pada blazer, gaun, rok, celana panjang, mantel, dan pakaian formal. Furing yang tepat harus sesuai dengan berat dan tujuan pakaian.
Interfacing

Interfacing digunakan untuk menambah struktur dan dukungan pada area tertentu dari suatu pakaian.
Ini biasanya diterapkan pada kerah, manset, plaket kancing, ikat pinggang, penutup saku, kerah revers, dan area lubang kancing.
Interfacing tersedia dalam bentuk tenun, non-tenun, dan rajutan. Ini mungkin dapat dilebur, artinya melekat dengan panas, atau dijahit, artinya dijahit ke dalam pakaian. Threads mencatat bahwa interfacing tersedia dalam berbagai struktur, berat, dan metode aplikasi, dan pilihan yang tepat tergantung pada kain pakaian dan dukungan yang dibutuhkan.
Interfacing Kaku

Interfacing kaku digunakan ketika bagian pakaian membutuhkan bentuk yang lebih kokoh.
Ini dapat digunakan untuk kerah, manset, topi, ikat pinggang, tas, atau area yang perlu berdiri lebih kokoh. Namun, harus dipilih dengan hati-hati karena lapisan yang sangat kaku dapat membuat kain lembut terlihat tidak alami.
Tricot atau Knit Interfacing

Tricot adalah jenis interfacing yang lebih fleksibel.
Ini mendukung kain sambil tetap memungkinkan sedikit gerakan. Ini membuatnya berguna untuk kain yang membutuhkan stabilitas tetapi tidak boleh terlalu kaku.
Untuk kain stretch, interfacing harus dipilih dengan hati-hati agar tidak menghalangi gerakan alami kain.
Interlining

Interlining diletakkan di antara kain utama dan furing.
Ini dapat menambah kehangatan, kepadatan, ketebalan, atau struktur. Jenis lapisan ini sering digunakan pada mantel, jaket, pakaian yang disesuaikan, atau bagian yang membutuhkan dukungan ekstra.
Tidak seperti furing, interlining biasanya tersembunyi di dalam pakaian.
Padding

Padding digunakan untuk menambah volume, kelembutan, atau ketebalan.
Ini umum pada jaket, rompi, tas, kantung, quilting, bantalan bahu, dan detail terstruktur tertentu.
Ketebalan harus sesuai dengan desain. Terlalu banyak padding dapat membuat pakaian berat atau tebal.
Bagaimana Memilih Lapisan yang Tepat
Pilih lapisan kain berdasarkan fungsi pakaian, jenis kain, dan hasil akhir yang diinginkan.
Kain ringan membutuhkan dukungan yang lebih ringan. Blazer, mantel, dan kerah mungkin membutuhkan struktur yang lebih kuat. Kain stretch membutuhkan lapisan yang dapat bergerak mengikuti bahan.
Sebelum menjahit pakaian akhir, uji lapisan pada sisa kain. Periksa apakah itu menjadi terlalu kaku, menggembung, menyusut, atau mengubah tampilan kain utama.
Kesimpulan
Lapisan kain memiliki tujuan yang berbeda dalam menjahit.
Furing menyelesaikan bagian dalam pakaian, interfacing menambah struktur, lapisan kaku memberikan kekencangan, tricot mendukung kain sambil tetap fleksibel, interlining menambah kepadatan atau kehangatan, dan padding menambah volume.
Memilih lapisan yang tepat membantu pakaian terlihat lebih rapi, terasa lebih nyaman, dan mempertahankan bentuknya lebih baik.
Mencari lapisan kain dan perlengkapan menjahit?
Istana Kancing menyediakan furing, interfacing, lapisan kain, benang, jarum, kancing, ritsleting, renda, pita, manik-manik, payet, dan aksesori pakaian untuk penjahit, merek fesyen, pembuat garmen, dan pesanan grosir.