Gunting jahit adalah salah satu alat paling penting dalam proses menjahit. Jika gunting sudah tumpul, kain bisa sulit dipotong, hasil potongan bergerigi, dan pola menjadi kurang presisi.
Masalahnya, banyak gunting jahit cepat tumpul bukan karena kualitasnya buruk, tetapi karena cara pemakaiannya kurang tepat. Beberapa kebiasaan kecil bisa membuat mata gunting lebih cepat rusak.
1. Dipakai untuk Memotong Kertas
Penyebab paling umum adalah gunting kain dipakai untuk memotong kertas.
Kertas terlihat tipis, tetapi bisa membuat mata gunting kain cepat kehilangan ketajamannya. Threads juga menyarankan agar gunting jahit tidak digunakan untuk memotong apa pun selain kain. (threadsmagazine.com)
Karena itu, sebaiknya pisahkan gunting kain dan gunting biasa. Gunakan gunting kain hanya untuk bahan tekstil.
2. Dipakai untuk Memotong Plastik atau Kardus
Selain kertas, plastik, kardus, label, dan bahan keras lainnya juga bisa membuat gunting cepat tumpul.
Bahan seperti ini bisa memberi tekanan berlebih pada mata gunting. Akibatnya, potongan kain jadi tidak halus dan gunting terasa berat saat dipakai.
Untuk kebutuhan umum, gunakan gunting biasa. Jangan memakai gunting jahit sebagai gunting serbaguna.
3. Memotong Kain Terlalu Tebal Sekaligus
Gunting kain memang dibuat untuk memotong tekstil, tetapi tetap ada batasnya.
Jika kain terlalu tebal atau dilipat terlalu banyak, mata gunting bisa bekerja terlalu berat. Hasil potongan juga bisa bergeser dan tidak presisi.
Untuk bahan tebal, potong secara bertahap dan jangan memaksa gunting menembus banyak lapisan sekaligus.
4. Terkena Jarum Pentul atau Benda Keras
Memotong kain yang masih memiliki jarum pentul bisa merusak mata gunting.
Jika mata gunting mengenai logam, bagian tajamnya bisa gompal kecil atau tidak rata. Kerusakan kecil ini bisa membuat gunting terasa seret saat memotong kain.
Sebelum memotong, pastikan area yang dilewati gunting bebas dari jarum pentul, klip, atau benda keras lain.
5. Jarang Dibersihkan
Sisa serat kain, debu, dan benang kecil bisa menempel di area mata gunting atau bagian sekrup.
Jika dibiarkan, gunting bisa terasa berat saat dibuka-tutup. Sewing.org juga menyebut lint dari bahan sintetis bisa bersifat abrasif dan dapat menumpulkan mata gunting. (sewing.org)
Setelah dipakai, bersihkan gunting dengan kain kering dan simpan di tempat yang aman.
6. Penyimpanan yang Kurang Tepat
Gunting yang diletakkan sembarangan bisa terbentur alat lain.
Benturan kecil bisa membuat mata gunting tidak rata atau ujungnya rusak. Sebaiknya simpan gunting kain di sarung pelindung, kotak khusus, atau tempat yang tidak bercampur dengan alat keras.
Kesimpulan
Gunting jahit cepat tumpul biasanya disebabkan oleh kebiasaan memakai gunting untuk memotong kertas, plastik, kardus, kain terlalu tebal, atau mengenai jarum pentul.
Agar gunting lebih awet, gunakan gunting kain hanya untuk kain, bersihkan setelah dipakai, hindari memotong benda keras, dan simpan di tempat yang aman.
Dengan perawatan yang tepat, gunting jahit bisa tetap tajam lebih lama dan hasil potongan kain menjadi lebih rapi.
Sedang mencari gunting kain dan perlengkapan menjahit?
Istana Kancing menyediakan gunting kain, gunting cekris, benang, jarum, meteran, kapur jahit, pendedel, bobbin, rader, karbon jahit, kancing, resleting, furing, vislin, bisban, renda, pita, beads, payet, serta aksesori garment untuk pemula, tailor, fashion brand, konveksi, dan grosir