- Artikel diterbitkan di:
- Penulis artikel: Audrey Wiryawan
- Jumlah komentar artikel: 0
Menu laci

Bisban adalah pita kain serong yang digunakan untuk menutup tepi kain agar terlihat lebih rapi dan kuat. Dalam menjahit, bisban sering dipakai pada bagian leher, kerung lengan, tepi apron, taplak, pouch, selimut tipis, pakaian anak, hingga detail dekoratif pada busana.
Karena dibuat mengikuti arah serong kain, bisban lebih lentur dibanding potongan kain lurus. Karakter ini membuatnya lebih mudah mengikuti bentuk lengkung tanpa terlalu berkerut.
Namun, hasil pemasangan bisban sangat bergantung pada cara menjahitnya. Jika ditarik terlalu kuat, hasilnya bisa bergelombang. Jika tidak dijepit atau disetrika dengan benar, bagian tepi bisa terlihat tidak rata.
Apa Fungsi Bisban?
Fungsi utama bisban adalah menutup pinggiran kain yang masih mentah.
Dengan bisban, tepi kain tidak mudah berjumbai dan tampilan akhirnya terlihat lebih bersih. Pada beberapa desain, bisban juga digunakan sebagai aksen warna, terutama jika warnanya dibuat kontras dengan kain utama.
Bisban bisa dipakai untuk finishing luar yang terlihat dari depan, atau finishing dalam yang lebih tersembunyi.
Persiapan Sebelum Memasang Bisban
Sebelum menjahit, pastikan tepi kain sudah dipotong rapi.
Jika kain mudah berjumbai, rapikan serat yang keluar agar tidak mengganggu saat bisban dilipat. Siapkan bisban, jarum pentul atau klip kain, setrika, dan benang dengan warna yang sesuai.
Untuk hasil lebih rapi, setrika bisban terlebih dahulu agar lipatannya lebih jelas. Jika menggunakan bisban siap pakai, perhatikan sisi lipatannya. Pada beberapa jenis bisban lipat ganda, salah satu sisi sedikit lebih lebar. Sisi yang lebih lebar biasanya diletakkan di bagian bawah agar lebih mudah tertangkap jahitan.
Cara Pasang Bisban pada Tepi Kain
Buka salah satu lipatan bisban, lalu tempelkan sisi bisban pada tepi kain. Posisikan sisi bagus bisban berhadapan dengan sisi bagus kain jika ingin hasilnya dilipat ke belakang.
Samakan tepi bisban dengan tepi kain, lalu sematkan jarum pentul atau klip agar tidak bergeser.
Jahit mengikuti garis lipatan bisban. Gunakan jahitan lurus dengan jarak yang stabil. Jangan menarik kain atau bisban terlalu kuat saat menjahit karena bisa membuat tepi kain melengkung atau bergelombang.
Setelah jahitan pertama selesai, lipat bisban melewati tepi kain ke sisi sebaliknya. Pastikan pinggiran kain tertutup seluruhnya oleh bisban.
Setrika lipatan agar lebih rata, lalu jahit dari bagian luar dekat tepi bisban. Pastikan jahitan menangkap sisi bisban di bagian belakang.
Untuk hasil yang lebih halus, bagian belakang bisa dijahit tangan dengan tusuk selip, terutama pada pakaian formal atau detail yang ingin terlihat bersih.
Memasang Bisban pada Bagian Lengkung
Bagian lengkung seperti leher dan kerung lengan membutuhkan perhatian lebih.
Jangan menarik bisban terlalu kencang. Biarkan bisban mengikuti bentuk kain secara natural. Jika lengkungannya cukup tajam, sematkan jarum pentul lebih rapat agar posisi bisban tidak berubah.
Setrika perlahan mengikuti bentuk lengkung sebelum jahitan akhir. Langkah ini membantu bisban duduk lebih rapi dan mengurangi risiko kerutan.
Memasang Bisban pada Sudut
Untuk sudut seperti tepi taplak, apron, atau quilt, lipatan bisban perlu dibuat lebih rapi.
Saat mendekati sudut, berhenti menjahit beberapa milimeter sebelum ujung, lalu lipat bisban membentuk sudut yang bersih. Putar kain, lanjutkan jahitan pada sisi berikutnya, dan pastikan sudut tidak terlalu tebal.
Jika sudut terlihat menggumpal, kurangi sedikit ketebalan kain di bagian dalam sebelum bisban ditutup.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan paling umum adalah tidak menyetrika bisban sebelum dijahit. Akibatnya, lipatan sulit dikontrol dan hasil akhir terlihat kurang rata.
Kesalahan lain adalah menarik bisban terlalu kuat, terutama pada bagian lengkung. Hal ini bisa membuat kain mengerut atau tepi pakaian tertarik ke dalam.
Selain itu, jahitan akhir yang terlalu jauh dari tepi bisa membuat sisi belakang bisban tidak tertangkap. Untuk menghindarinya, gunakan klip atau jelujur sementara sebelum menjahit final.
Kesimpulan
Bisban membantu menutup tepi kain agar lebih rapi, kuat, dan tidak mudah berjumbai.
Cara memasangnya dimulai dengan membuka lipatan bisban, menjahitnya pada tepi kain, melipatnya ke sisi sebaliknya, lalu menjahit kembali bagian tepinya.
Untuk hasil yang lebih bersih, setrika setiap lipatan, jangan menarik bisban berlebihan, dan sesuaikan teknik pada bagian lengkung atau sudut.
Sedang mencari bisban dan perlengkapan finishing jahit?
Istana Kancing menyediakan berbagai pilihan bisban, renda, pita, benang, jarum, gunting, kancing, resleting, furing, vislin, beads, payet, serta aksesori garment untuk tailor, fashion brand, konveksi, dan grosir.